welcome to my blog

Kamis, 22 Maret 2012


Model Explicit Instruction
Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Rosenshine dan Steven pada tahun 1986. Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan keterampilan prosedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan balikan, penyimpulan dan evaluasi, refleksi. Arends (2001) menyebutkan teori yang melandasi model ini yaitu teori behavioral, penelitian tentang efektifitas guru, dan teori belajar sosial (Muhammad Faiq, 2009).
Ø  Langkah-langkah pembelajaran model Explicit Instruction
Secara garis besar, terdapat lima langkah dalam pengajaran Explicit Instruction (Herdian, 2009), antara lain sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa;
Mempersiapkan siswa dan menyampaikan tujuan merupakan langkah pertama pada model Explicit Instruction. Hal ini dilakukan di awal pelajaran oleh guru, dimaksudkan untuk menyamakan konsep guru dan siswa mengenai materi  yang akan disampaikan. Kegiatan yang dilakukan dalam mempersiapkan siswa diantaranya adalah memberikan apersepsi kepada siswa mengenai pembelajaran yang telah lalu. Sedangkan penyampaian tujuan dimaksudkan agar siswa mengetahui kompetensi apa saja yang harus dikuasai dari materi yang akan disampaikan.
2. Guru mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan;
Metode demonstrasi menurut Muhibbin Syah (1995) adalah .metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan  atau materi yang sedang disajikan. Sedangkan menurut Dalam kamus Inggris-Indonesia, demonstrasi yaitu .mempertunjuk-kan atau mempertontonkan.
Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa kegiatan demonstrasi di kelas yaitu guru memperagakan atau mengerjakan materi yang sedang diberikan kepada siswa pada saat pembelajaran yang kemudian diikuti siswa. Sehingga materi yang diberikan akan lebih bermakna di ingatan mereka.
Misalnya guru mendemostrasikan cara membuat dokumen baru, maka siswa tidak hanya akan mengingat langkah-langkahnya saja tetapi juga akan mengetahui dan hafal menu dan icon apa saja yang dipakai.
3. Guru membimbing murid dalam pelatihan
Setelah pemberian materi dan memberikan demonstrasi kepada siswa, kini saatnya guru memberikan latihan kepada murid. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah siswa sudah benar-benar mengerti mengenai materi yang diberikan. Tetapi  pada saat siswa mengerjakan latihan ini, guru harus memiliki asumsi siswa lupa dengan materi yang tadi diberikan atau kurang paham dengan materi setelah diaplikasikan dipertanyaan. Karena itu guru harus membimbing siswanya dalam pelatihan tersebut agar tidak terjadi kesalahan sehingga dapat mengerjakan soal dengan baik.
4. Guru mengecek pemahaman murid dan memberikan umpan balik
Untuk mengecek ketercapaian kompetensi guru akan mengecek pemahaman murid dan memberikan umpan balik. Hal yang dilakukan biasanya memberikan pertanyaan seputar materi yang telah diberikan. Selain memberikan pertanyaan guru juga bisa menminta siswa untuk menyimpulkan apa saja yang telah dipelajari pada pembelajaran hari itu.
5. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk latihan lanjutan
Pada langkah yang terakhir dari metode ini yaitu guru harus memberikan latihan lanjutan atau latihan mandiri. Latihan lanjutan ini bisa berupa pekerjaan rumah. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak melupakan pelajaran yang telah lalu dan tetap berlatih untuk meningkatkan kompetensinya.
Kelebihan:
1. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya.
2. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran.
Kekurangan:
1. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama.
2. Untuk mata pelajaran tertentu. 
Ø  Perbandingan model Explicit Instruction dan Direct Instruction
Model Explicit Instruction dan Direct Instruction memang memiliki banyak kesamaan, tetapi disamping itu juga masing – masing memiliki perbedaan yang sangat penting. Beberapa peneliti pendidikan menunjukkan bahwa model  Direct Instruction telah berkembang menjadi model Explicit Instruction, sementara yang lain tetap menunjukkan bahwa ada perbedaan yang tajam antara kedua model ini.
Menurut Dole, Duffy, Roehler, dan Pearson (1991, hal 252), menjelaskan model Explicit Instruction di sini, sementara menganjurkan mirip dengan model Direct Instruction pada tahun 1970-an, memiliki perbedaan penting. Keduanya menekankan strategi demonstrasi oleh guru, strategi latihan terpadu, dan praktek mandiri atau penerapan strategi belajar.
Namun, ada tiga perbedaan utama, yaitu dalam Model Explicit Instruction:
1. Tidak ada asumsi bahwa strategi tersebut akan rusak jika dipakai ke dalam sub komponen-keterampilan. Strategi ini dapat dipakai untuk menunjukkan, berlatih, dan diterapkan pada seluruh pemahaman tugas.
2. Tidak ada cara terbaik untuk menerapkan strategi tertentu. Model ini dapat digunakan dalam berbagai cara dengan tugas yang berbeda.
3. Penekanannya adalah pada kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas strategi, bukan pada kebenaran menerapkan strategi tertentu. (Calhoun E., 1998).


 Kesimpulan
Apabila guru menggunakan model pengajaran langsung ini, guru mempunyai tanggung jawab untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran dan  tanggung jawab yang besar terhadap penstrukturan isi/materi atau keterampilan, menjelaskan kepada siswa, pemodelan/mendemonstrasikan yang dikombinasikan dengan latihan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep atau keterampilan yang telah dipelajari serta memberikan umpan balik.  Model pengajaran langsung ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.
Model pembelajaran explicit instruction merupakan model pembelajaran secara langsung agar siswa dapat memahami serta benar-benar mengetahui pengetahuan secara menyeluruh dan aktiv dalam suatu pembelajaran. Jadi model pembelajaran ini sangat cocok diterapakan dikelas dalam  materi tertentu yang bersifat dalil pengetahuan agar proses berpikir siswa dapat mempunyai keterampilan procedural.

Pustaka
http://www.hariyono.org/2011/10/model-pembelajaran-explicit-instruction.html
http://herdy07.wordpress.com/2009/04/29/model-apembelajaran-explicit-instruction/
http://wyw1d.wordpress.com/2009/11/10/model-pembelajaran-22-explicit-instructionrosenshina-stevens-1986/





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar